Kembali ke daftar berita
APTISI Wilayah VII Gelar Workshop Pembelajaran Daring Berbasis AI, Dorong Pendidik Ciptakan Pembelajaran Digital Bermakna
Rony Kriswibowo 21 Aug 2026

APTISI Wilayah VII Gelar Workshop Pembelajaran Daring Berbasis AI, Dorong Pendidik Ciptakan Pembelajaran Digital Bermakna

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII menggelar "Workshop Pembelajaran Daring Berbasis Teknologi Artificial Intelligence (AI)" pada 19–20 Agustus 2026 di Hotel Grand Cakra, Malang.

Malang, 19–20 Agustus 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Daring Berbasis Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung pada 19–20 Agustus 2026 di Hotel Grand Cakra, Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi digital para pendidik serta mendorong transformasi pembelajaran di perguruan tinggi melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan adaptif.

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi teknologi agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa di era digital.

Melalui workshop ini, APTISI Wilayah VII menghadirkan Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom. atau yang akrab disapa Doktor Enha, sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, Doktor Enha menyampaikan pentingnya peran pendidik dalam merancang pembelajaran digital yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga tetap memperhatikan aspek pedagogis dan kebutuhan peserta didik.

Doktor Enha menegaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) harus dilihat sebagai peluang dalam meningkatkan kualitas pendidikan. AI bukanlah teknologi yang menggantikan peran dosen maupun guru, melainkan menjadi mitra pembelajaran yang dapat membantu pendidik dalam mengembangkan ide, menyusun materi, meningkatkan efisiensi kerja, serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif dan bermakna.

Menurut Doktor Enha, tantangan pendidik di era digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana mampu merancang pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara tepat. Penggunaan AI perlu diarahkan untuk mendukung tujuan pembelajaran, meningkatkan interaksi akademik, serta memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

“AI harus menjadi mitra belajar, bukan ancaman. Teknologi ini dapat membantu pendidik dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, namun tetap membutuhkan peran manusia dalam menentukan arah dan kualitas proses pendidikan,” ujar Doktor Enha dalam sesi pemaparan materi.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai konsep dasar AI, strategi integrasi teknologi dalam pembelajaran daring, pengembangan bahan ajar digital, pembuatan media pembelajaran interaktif, hingga pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab dalam lingkungan akademik.

Kegiatan ini turut diikuti oleh berbagai akademisi dari perguruan tinggi, salah satunya Rony Kriswibowo, dosen Universitas Anwar Medika. Keikutsertaan Rony Kriswibowo menjadi bagian dari komitmen sivitas akademika dalam meningkatkan kompetensi digital dan memahami perkembangan teknologi yang dapat mendukung inovasi pembelajaran di perguruan tinggi.

Menurut Rony Kriswibowo, pemanfaatan AI memberikan peluang besar bagi dosen untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan karakteristik mahasiswa saat ini. Namun, penggunaan teknologi tetap harus dilakukan secara bijak dengan mempertahankan nilai akademik, etika, dan peran dosen sebagai fasilitator pembelajaran.

“AI memberikan ruang bagi dosen untuk lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran. Teknologi ini dapat membantu berbagai proses akademik, tetapi tetap diperlukan kemampuan berpikir kritis agar penggunaannya memberikan dampak positif bagi mahasiswa,” ungkap Rony Kriswibowo.

Selain penyampaian materi, workshop juga menghadirkan sesi diskusi dan praktik langsung bagi peserta. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat mengeksplorasi berbagai cara penggunaan AI dalam mendukung proses pembelajaran, mulai dari tahap perencanaan, pengembangan materi, hingga evaluasi pembelajaran.

Pelaksanaan workshop di Hotel Grand Cakra, Malang, pada 19–20 Agustus 2026 ini menjadi momentum bagi para pendidik untuk memperkuat kesiapan menghadapi era pendidikan berbasis teknologi. Melalui kegiatan ini, APTISI Wilayah VII berharap lahir lebih banyak inovasi pembelajaran digital yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga tetap mengedepankan aspek humanis dalam pendidikan.

Transformasi pendidikan digital bukan sekadar tentang penggunaan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu memperkuat peran pendidik, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi mahasiswa.